KEKUATAN HATI MELAWAN KEKUATAN PIKIR
KEKUATAN HATI MELAWAN KEKUATAN PIKIR
Kekuatan pikiran dan kekuatan hati menjadi satu topik menarik dalam pembahasan pemberdayaan diri. Antara kekuatan pikiran dan hati ada sebagian orang yang mengatakan berbeda ada pula sebagian mengatakan sama saja hanya tingkat aplikasinya saja yang berbeda. Namun, bila dicermati lebih kompleks maka antara kekuatan pikiran dan hati sebenarnya bisa menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Hal ini pada tataran aplikasi dari keduanya bisa menjadi saling terintegrasi dan alur pemahamannya menjadi lebih holistik.
Memang, banyak praktisi kekuatan pikiran yang tidak menyertakan kekuatan hati, namun pada tingkatan tertentu yang lebih tinggi kebanyakan seorang master kekuatan pikiran selalu menyertai dirinya dengan hati yang kuat dan dewasa. Karena kekuatan hati sebenarnya juga pondasi penting dalam memaksimalkan kekuatan pikiran. Dan kekuatan hati juga tidak bisa lepas dari pemrograman diri, pengkondisian mental dan pembisaan sikap yang semuanya itu dilakukan di dalam pikiran. Dari pengelolaan pikiran akhirnya masuk ke dalam hati (menguat dan mengkristal), dari hati menguatkan pikiran lagi, kemudian mengimbas pada hati lagi yang menjadikan lebih waspada, sabar, dewasa, ikhlas, dsb, dan seperti itu terus perputarannya. Sehingga dampak manfaatnya sangat luar biasa dalam kehidupan.
Apa itu pikiran?Sebenarnya apa sih pikiran itu? Pada pembahasan sebelumnya sudah saya bahas bahwa pikiran ibaratnya adalah software aplikasi pada otak manusia, diantaranya menyangkut logika, mengurutkan, matematis, bahasa, imajinasi, kreativitas dll (lihat fungsi-fungsi bagian otak) yang diwakili oleh otak kanan dan otak kiri yang bekerja secara terkoordinasi tinggi. Dan salah satu aspek dalam pengembangan kekuatan pikiran ialah pemberdayaan mental dengan teknik afirmasi positif terstruktural, visualisasi kreatif, imajinatif, fokus, pembenahan mind-set, dll. Semua itu adalah satu kata yaitu PIKIRAN. Maka saat seseorang mengembangkan kekuatan pikirannya ialah saat ia berupaya dan melatih fungsi dari bagian-bagian otaknya tersebut untuk semakin maksimal daya gunanya dalam kehidupannya.
Apa itu hati? Dan dimanakah letaknya?Lantas, apa itu hati? Dan dimanakah letaknya? Apakah anda pernah mendengar bahwa hati adalah organ jantung? Ya, kan.. tpi sebenarnya bukan itu hati. Jantung hanyalah organ yang berfungsi untuk menerima resonansi vibrasi yang datangnya dari seluruh bagian otak berikut dengan semua memori jangka panjangnya yang tersimpan di dalamnya. Hati pada hakikatnya tidak lebih dari sekedar sebuah getaran (vibrasi) saja yang terjadi di antara poros otak dan jantung. Getaran ini bisa sangat dirasakan di jantung atau di dada. Saya ambil contoh ketika anda berkata dalam hati sebenarnya siapakah yang berkata itu dan rasanya ada di mana? Di dalam dadakah atau di otak? Pasti rasanya ada di dada bukan..? lantas, jika dada dibelah misalnya maka di manakah bagian yang berbicara itu? Saya yakin pasti tidak bisa menemukannya. Jadi sebenarnya bagian yang berbicara dalam hati itu letaknya ada di otak. Yang berbicara dalam hati itu sebenarnya adalah otak anda sendiri. Ketika saya menulis semua tulisan saya berupa artikel ini atau ketika anda menulis sms ke teman anda, maka di dalam hati pasti berbicara. Tepatnya bagian-bagian otak yang berfungsi dalam pengelolaan bahasa dan memori yang ditunjang dengan bagian otak imajinasi dan kreativitas.Contoh lain, ketika anda punya pikiran yang kalut anda mungkin pusing, lantas perasaan anda juga tidak karuan. Nah, perasaan itu letaknya di mana? Di balik dadakan..? atau saat anda bersuka cita rasanya ada di mana? Juga di balik dadakan..? lantas pertanyaannya ialah apabila pikiran tidak sedang banyak pikiran yang kalut atau pikiran tidak sedang memikirkan apapun, saat-saat pikiran anda bener-bener netral maka apakah anda merasakan sesuatu di dada? Pastinya yang anda rasakan adalah perasaan biasa-biasa saja. Apalagi jika dalam kondisi meditatif untuk menenangkan pikiran maka yang anda rasakan dalam hati pasti juga keheningan..Ketika anda sedang memikirkan kenangan buruk maka jantung anda secara otomatis berdegup lebih kencang, rasa was-was muncul, bahkan jangtung rasanya sakit. Di sebut lagi Sakit hati. Atau ketika anda sedang mengenang memori yang indah maka rasa di dada anda pasti legowo, jantung berdetak dengan stabil. Disebut hati yang Bahagia. Tapi jika anda tidak memikirkan apapun apakah ada rasa yang terlintas di dada? Tidak.... jadi semua itu otaklah yang bekerja dalam memproses situasi eksternal tubuh kita kemudian ditanggapi dalam memori. Memori ini kemudian kita nilai seperti apa, menyenangkankah atau mengecewakan.. jadi sekali lagi bahwa hati adalah getaran pikiran itu sendiri yang terjadi antara poros otak dan jantung. Kemudian dirasakan pula dijantung. Sama halnya seperti kulit anda merasakan panas sebenarnya yang merasakan panas itu adalah otak anda yang dikirimkan ke tangan. Atau mata anda melihat maka yang melihat itu sebenarnya adalah otak anda namun seoalah-olah itu mata anda. Mata tugasnya hanya menangkap cahaya dari luar kemudian diteruskan ke otak bagian belakang berupa sinyal-sinyal elektromagnetik, dan di otak bagian belakang inilah terjadi proses penafsiran dari sinyal-sinyal tersebut berupa gambar-gambar maka inilah yang disebut dengan penglihatan.Begitu pula pada hati, yang merasakan sesungguhnya adalah otak anda dengan mengirimkan vibrasinya secara otomatis ke poros otak dan jantung (dari otak kecil, amigdala, sistem limbik, diteruskan lewat syaraf-syaraf belakang kemudian ke jantung). Tak hanya itu kadang pula sering sebuah “rasa” bisa dirasakan sensasinya pada kulit. Seperti saat anda ketakutan pada sosok hantu maka kulit anda tiba-tiba menggigil, mengkerut, itu karena pikiran resah, takut, kuatir yang sinyal vibrasinya dikirimkan ke jantung dan ke seluruh tubuh.Lantas bagaimana dengan hati yang tawakkal, sabar, ikhlas, ridho, syukur, dan kebaikan budi lainya? Ini semuanya adalah berawal dari proses pembelajaran kehidupan yang panjang dan berliku-liku yang kemudian membentuk nilai-nilai dalam memori otak, syaraf-syaraf yang mewakili nilai-nilai tersebut terbentuk dengan baik seiring proses waktu. Terdapat sebuah sambungan neurotik yang mengindikasikan adanya sikap-sikap tersebut terbentuk. Kemudian dalam perjalanannya sikap-sikap ini menjadi kecerdasan emosional dan spiritual. Namun, semuanya tidak terlepas dari bagaimana kita berfikir, merespon, menyikapi, dan memberikan nilai pada keadaan luar diri kita, yang kemudian akhirnya membentuk mind-set dan program pikiran dalam mental kita. Program pikiran dan mind-set inilah yang kita rasakan di dalam hati tersebut.Dan yang jauh lebih menarik ialah bahwa kekuatan yang dihasilkan dari vibrasi poros otak dan jantung ini kekuatannya ribuan kali lebih dahsyat dari pada sekedar kekuatan pikiran tanpa melibatkan hati...Jadi bagaimana dengan kekuatan hati dan pikiran? Silahkan disimpulkan sendiri..!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar